Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.
Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.
Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Minggu 6 April 2025.
Kalender Liturgi hari Minggu 6 April 2025 merupakan Minggu Prapaskah V, dengan Warna Liturgi Ungu.
Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Minggu 6 April 2025:
Bacaan I – Yes. 43:16-21
Beginilah firman TUHAN, yang telah membuat jalan melalui laut dan melalui air yang hebat, yang telah menyuruh kereta dan kuda keluar untuk berperang, juga tentara dan orang gagah? mereka terbaring, tidak dapat bangkit, sudah mati, sudah padam sebagai sumbu.
Firman-Nya: “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!
Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.
Binatang hutan akan memuliakan Aku, serigala dan burung unta, sebab Aku telah membuat air memancar di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara, untuk memberi minum umat pilihan-Ku;
Umat yang telah Kubentuk bagi-Ku akan memberitakan kemasyhuran-Ku.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah
Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6

Refrain: Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita
Mazmur (oleh pemazmur):
- Ketika Tuhan memulihkan keadaan Sion, kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tawa ria, dan lidah kita dengan sorak-sorai.
- Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa, “Tuhan telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!” Tuhan telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
- Pulihkanlah keadaan kami, ya Tuhan, seperti memulihkan batang air kering di tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
- Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.
Bacaan II – Flp. 3:8-14
Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia daripada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.
Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati.
Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus.
Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah
Bait Pengantar Injil

Refrain: Terpujilah Kristus Tuhan Raja mulia dan Kekal
Ayat (oleh solis): Sekarang juga, sabda Tuhan, berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, sebab Aku pengasih dan penyayang.
Bacaan Injil Yoh. 8:1-11
Tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.
Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.
Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah.
Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.
Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”
Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah.
Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”
Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah.
Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.
Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?”
Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus
Renungan Harian Katolik Minggu 6 April 2025
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Hari ini kita mendengarkan sabda Tuhan yang begitu menghibur dan memberi harapan. Bacaan pertama dari kitab Yesaya mengajak kita untuk melihat bahwa Tuhan adalah Allah yang selalu berkarya, yang membuat jalan di padang gurun dan sungai di padang belantara. Artinya, Tuhan selalu menciptakan hal yang baru bagi kita, bahkan di saat kita merasa hidup ini penuh rintangan dan kebuntuan.
Sering kali kita terjebak dalam kenangan akan masa lalu, entah itu kegagalan, kesalahan, atau luka-luka yang belum sembuh. Namun, Tuhan mengingatkan kita, “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu… Aku hendak membuat sesuatu yang baru.” Ini adalah undangan bagi kita untuk tidak terjebak dalam penyesalan atau nostalgia yang membuat kita sulit melangkah maju. Tuhan ingin kita percaya bahwa ada rencana baru yang indah bagi kita, asalkan kita mau membuka hati dan melangkah dengan iman.
Dalam bacaan kedua, Rasul Paulus menyampaikan sebuah refleksi mendalam tentang bagaimana ia menganggap segala sesuatu sebagai “sampah” dibandingkan dengan pengenalan akan Kristus. Ini adalah sikap iman yang sangat radikal. Paulus tidak mengatakan bahwa hal-hal duniawi itu tidak penting, tetapi ia menyadari bahwa yang paling berharga dalam hidup ini adalah hubungan kita dengan Tuhan. Segala pencapaian, kehormatan, dan kebanggaan duniawi tidak ada artinya jika kita tidak memiliki Kristus dalam hidup kita.
Lalu, bagaimana cara kita untuk benar-benar hidup dalam pembaruan seperti yang Tuhan kehendaki? Jawabannya ada dalam Injil hari ini. Kisah perempuan yang berzinah menunjukkan kepada kita betapa besar kasih dan pengampunan Tuhan. Orang-orang Farisi ingin menghukum perempuan itu berdasarkan hukum Taurat, tetapi Yesus justru menunjukkan jalan kasih dan pengampunan. “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu.” Tidak ada satu pun yang berani karena mereka sadar bahwa mereka juga berdosa.
Saudara-saudari, kita sering kali lebih mudah menghakimi orang lain daripada melihat diri sendiri. Kita gampang menunjuk kesalahan orang lain, tetapi lupa bahwa kita sendiri juga penuh dengan kelemahan. Yesus mengajarkan kepada kita bahwa bukan hukuman yang menyelamatkan, melainkan pertobatan dan kasih. Setelah mengampuni perempuan itu, Yesus berkata, “Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” Tuhan tidak ingin kita terjebak dalam dosa, tetapi Ia juga tidak ingin kita kehilangan harapan. Ia selalu memberi kesempatan baru untuk berubah.
Maka, saudara-saudariku yang terkasih, mari kita menjalani hidup dengan semangat pembaruan. Lepaskan masa lalu yang membelenggu, kejar apa yang lebih mulia seperti yang dilakukan Rasul Paulus, dan belajar untuk mengasihi seperti Yesus. Jika hari ini kita merasa tertuduh oleh kesalahan kita sendiri, ingatlah bahwa Yesus tidak datang untuk menghukum, melainkan untuk menyelamatkan. Ia selalu memberi kita kesempatan untuk bangkit dan melangkah maju.
Semoga firman Tuhan hari ini menguatkan kita untuk semakin percaya bahwa di dalam Kristus selalu ada harapan baru. Amin.
Doa Penutup
Tuhan yang penuh kasih, ajarilah aku melepaskan masa lalu, mengejar-Mu dengan hati yang tulus, dan mengasihi tanpa menghakimi. Bimbing langkahku dalam pembaruan iman, agar hidupku mencerminkan kasih dan pengampunan-Mu setiap hari. Amin. 🙏