Wednesday, April 2, 2025

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Jumat 4 April 2025 Lengkap Renungan Harian, Hari Jumat Biasa IX, Pekan IV Prapaskah

Must Read
5/5 - (1 vote)

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral.

Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam. Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita bahas Injil Katolik buat Jumat 4 April 2025.

Kalender Liturgi hari ini Jumat 4 April 2025 merupakan Hari Jumat Biasa IX, Pekan IV Prapaskah, Peringatan fakultatif Santo Isodorus dari Sevilla, Uskup dan Pujangga Gereja, Santo Benediktus Moor, Biarawan, Santo Platon, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Ungu.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Jumat 4 April 2025:

Bacaan Pertama Kebijaksanaan 2:1a.12-22

“Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati yang keji terhadapnya.”

Orang-orang fasik berkata satu sama lain, karena angan-angannya tidaktepat “Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita.

Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita. Ia membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah, dan menyebut dirinya anak Tuhan.

Bagi kita ia merupakan celaan atas anggapan kita, hanya melihat dia saja sudah berat rasanya bagi kita. Sebab hidupnya sungguh berlainan dari kehidupan orang lain, dan lain dari lainlah langkah lakunya.

Kita dianggap olehnya sebagai orang yang tidak sejati, dan langkah laku kita dijauhinya seolah-olah najis adanya. Akhir hidup orang benar dipujinya bahagia, dan ia bermegah-megah bahwa bapanya ialah Allah.

Coba kita lihat apakah perkataannya benar dan ujilah apa yang terjadi waktu ia berpulang. Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Ia akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya.

Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya. Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan.”

Demikianlah mereka berangan-angan, tapi mereka sesat, karena telah dibutakan oleh kejahatan mereka. Maka mereka tidak tahu akan rahasia-rahasia Allah, tidak yakin akan ganjaran kesucian, dan tidak menghargakan kemuliaan bagi jiwa yang murni.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 34:17-18.19-20.21.23

Ref. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati.

Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi. Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan; dari segala kesesakannya mereka Ia lepaskan.

Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Kemalangan orang benar memang banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu.

Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah. Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.

Bait Pengantar Injil Matius 4:4

Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.

Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

Bacaan Injil Yohanes 7:1-2.10.25-30

“Orang-orang Farisi berusaha menangkap Yesus, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.”

Yesus berjalan keliling Galilea, Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun.

Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam. Beberapa orang Yerusalem berkata: “Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh? Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya.

Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya.”

Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: “Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal.

Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku.” Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Jumat 4 April 2025

RENUNGAN KATOLIK

“Hidup Dalam Kebenaran: Jalan Salib yang Membawa Kemuliaan”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Bacaan pertama hari ini dari Kitab Kebijaksanaan berbicara tentang sikap orang fasik terhadap orang benar. Orang yang hidup dalam kebenaran justru menjadi sasaran kebencian dan penganiayaan, karena keberadaannya dianggap sebagai gangguan bagi dunia yang penuh dosa. Ini adalah gambaran tentang Yesus Kristus sendiri, yang ditolak, dianiaya, dan akhirnya disalibkan. Mereka yang hatinya gelap oleh kejahatan tidak mampu mengenali kebenaran dan rahasia Allah.

Demikian pula dalam Injil hari ini, kita melihat bagaimana Yesus menghadapi ancaman dari para pemuka agama yang tidak bisa menerima kehadiran-Nya. Mereka ingin menangkap-Nya, bahkan membunuh-Nya, tetapi tidak dapat melakukannya karena “saat-Nya belum tiba.” Ini menunjukkan bahwa segala sesuatu ada dalam kendali Allah. Tidak ada penderitaan yang terjadi tanpa sepengetahuan-Nya, dan semua yang dialami Yesus adalah bagian dari rencana keselamatan yang sempurna.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan,

Renungan ini mengajak kita untuk bertanya pada diri sendiri: apakah kita sungguh hidup dalam kebenaran? Apakah kita berani menjadi saksi Kristus di tengah dunia yang sering kali menolak nilai-nilai iman kita? Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin mengalami kesulitan, penolakan, bahkan penderitaan karena memilih untuk hidup sesuai dengan kehendak Tuhan. Namun, sebagaimana Yesus tidak goyah dalam panggilan-Nya, kita pun dipanggil untuk tetap teguh dalam iman.

Mazmur tanggapan hari ini memberikan penghiburan yang luar biasa: “Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.” Dalam setiap kesesakan, Tuhan tidak tinggal diam. Ia selalu hadir dan memberikan kekuatan kepada mereka yang setia kepada-Nya. Keadilan dan kasih-Nya tidak pernah gagal.

Marilah kita belajar dari teladan Yesus. Ketika kita menghadapi tantangan dan penderitaan karena hidup dalam kebenaran, janganlah kita takut. Percayalah bahwa Tuhan senantiasa menyertai dan pada akhirnya kebenaran akan menang. Seperti Yesus yang dimuliakan setelah melewati jalan salib, kita pun akan memperoleh mahkota kehidupan jika tetap setia sampai akhir.

Semoga Tuhan senantiasa menguatkan kita dalam setiap tantangan hidup dan menjadikan kita saksi-saksi kebenaran di dunia ini. Amin.

Doa Penutup

Ya Tuhan yang Mahakasih, kuatkanlah kami untuk tetap setia dalam kebenaran-Mu. Dalam setiap tantangan dan penderitaan, ajarlah kami percaya bahwa Engkau selalu beserta kami. Jadikanlah kami saksi kasih-Mu di dunia ini. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Jadwal Konser Jakarta Lebaran Fair 2025, Cek Line Up Daftar Artis, Jam Operasional dan Harga Tiket Disini

Jadwal konser Jakarta Lebaran Fair 2025 menghadirkan berbagai penampilan seru yang akan menghibur pengunjung selama periode acara, mulai 19...

More Articles Like This

Favorite Post