Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.
Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.
Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Jumat 14 Maret 2025.
Kalender Liturgi hari buat Jumat 14 Maret 2025 merupakan Hari Jumat biasa Pekan I Prapaskah, Santa Matilda, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Ungu.
Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Jumat 14 Maret 2025:
Bacaan Pertama Yehezkiel 18:21-28
“Adakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? Bukankah kepada pertobatannya Aku berkenan supaya ia hidup?”
Beginilah Tuhan Allah berfirman, “Jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya, dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.
Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi, ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya. Adakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? firman Tuhan Allah.
Bukankah kepada pertobatannya Aku berkenan, supaya ia hidup? Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan orang fasik, apa ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukan tidak akan diingat-ingat lagi.
Ia harus mati karena ia berubah setia, dan karena dosa yang dilakukannya. Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel! Apakah tindakan-Ku yang tidak tepat, ataukah tindakanmu yang itdak tepat.
Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya. Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya, dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya.
Ia insyaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, maka ia pasti hidup, ia tidak akan mati.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 130:1-2.3-4ab.4c-6.7-8
Ref. Pada Tuhan ada kasih setia dan penebusan berlimpah.
Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian, kepada suara permohonanku.
Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan, maka orang-orang bertakwa kepada-Mu.
Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
Sebab pada Tuhan ada kasih setia, dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. Dialah yang akan membebaskan Israel dari segala kesalahannya.
Bait Pengantar Injil Yehezkiel 18:31
Ref. Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
Buanglah daripada-Mu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku, sabda Tuhan, dan perbaharuilah hati serta rohmu.
Bacaan Injil Matius 5:20-26
“Pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu.”
Dalam khotbah di bukit berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum;
siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.
Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.
Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara.
Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik Jumat 14 Maret 2025
Pertobatan yang Menghidupkan dan Damai yang Menyelamatkan
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Hari ini, kita diingatkan tentang kasih dan keadilan Tuhan yang begitu luar biasa dalam kehidupan kita. Bacaan pertama dari Nabi Yehezkiel menegaskan satu hal yang sangat penting: Tuhan tidak menghendaki kematian orang fasik, tetapi justru menginginkan pertobatannya supaya ia hidup. Inilah wajah Allah kita yang penuh kasih, yang selalu memberi kesempatan bagi siapa pun yang mau kembali kepada-Nya.
Kita sering berpikir bahwa dosa-dosa masa lalu akan terus menghantui kita. Kita merasa tidak layak di hadapan Tuhan karena kegagalan dan kesalahan yang telah kita perbuat. Tetapi firman Tuhan hari ini memberi pengharapan: jika kita sungguh-sungguh bertobat, semua kesalahan kita tidak akan diingat lagi. Tuhan itu murah hati, lebih dari yang kita bayangkan. Namun, ada satu hal yang perlu kita perhatikan: pertobatan harus nyata dalam perbuatan, bukan sekadar ucapan.
Lalu bagaimana dengan orang yang sudah berbuat baik tetapi kemudian jatuh ke dalam dosa? Tuhan juga mengingatkan bahwa kebaikan masa lalu tidak serta-merta menjamin hidup kekal jika akhirnya kita memilih jalan yang salah. Artinya, perjalanan iman kita harus terus-menerus dijaga dan diperjuangkan.
Dalam Injil hari ini, Yesus membawa kita lebih dalam lagi. Dia menantang kita bukan hanya untuk menghindari dosa-dosa besar seperti membunuh, tetapi juga dosa-dosa yang sering dianggap “kecil” seperti kemarahan, kebencian, dan kata-kata yang menyakitkan. Yesus berkata bahwa marah kepada sesama saja sudah cukup untuk mendatangkan hukuman. Ini bukan berarti kita tidak boleh merasa marah, tetapi kita diajak untuk tidak membiarkan kemarahan itu menguasai hati kita dan berujung pada kebencian serta perpecahan.
Yesus mengajarkan bahwa sebelum kita mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan, kita harus terlebih dahulu berdamai dengan sesama. Artinya, ibadah kita tidak akan berkenan di hadapan Tuhan jika masih ada kebencian dan permusuhan dalam hati kita. Tuhan ingin kita hidup dalam damai, bukan hanya dengan-Nya, tetapi juga dengan sesama kita.
Saudara-saudari terkasih,
Sering kali kita merasa sulit untuk berdamai dengan orang lain, terutama jika mereka telah menyakiti kita. Namun, hari ini Yesus mengajak kita untuk mengambil langkah pertama menuju rekonsiliasi. Mungkin kita merasa gengsi, takut ditolak, atau merasa bahwa kitalah yang seharusnya menerima permintaan maaf, bukan sebaliknya. Tapi ingat, berdamai bukan soal siapa yang benar atau salah, melainkan soal membangun kembali kasih dan persaudaraan.
Maka, marilah kita bertanya dalam hati: apakah masih ada orang yang belum kita maafkan? Apakah masih ada dendam yang kita simpan? Jika ada, inilah saatnya untuk melepaskannya. Jangan tunggu sampai besok, karena kita tidak tahu berapa lama waktu yang kita miliki. Ambil langkah pertama, tebarkan kasih, dan biarkan Tuhan mengubah hati kita.
Semoga firman Tuhan hari ini meneguhkan kita untuk selalu hidup dalam pertobatan yang nyata dan dalam damai yang sejati. Amin.
Doa Penutup
Tuhan yang penuh kasih, bimbing aku untuk selalu bertobat dan hidup dalam kebenaran-Mu. Jauhkan aku dari amarah dan dendam, ajarilah aku untuk mengampuni dan berdamai. Semoga hatiku diperbarui, agar layak menerima kasih dan berkat-Mu setiap hari. Amin. 🙏