Friday, February 28, 2025

Bacaan Injil Katolik Hari Ini Sabtu 1 Maret 2025 Lengkap Renungan Harian, Hari Sabtu Biasa VII, Hari Sabtu Imam dengan Warna Liturgi Hijau

Must Read
Tolong Kasih Bintang Penilaian. Terima kasih.

Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.

Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.

Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.

Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Sabtu 1 Maret 2025.

Kalender Liturgi hari buat Sabtu 1 Maret 2025 merupakan Hari Sabtu Biasa VII, Hari Sabtu Imam, Santo Felix III (II), Paus, Santo David, Pengaku Iman, dengan Warna Liturgi Hijau.

Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Sabtu 1 Maret 2025:

Bacaan Pertama Sir. 17:1-15

Manusia diciptakan Tuhan dari tanah, dan ke sana akan dikembalikan juga. Ia menetapkan waktu tertentu bagi mereka dan sejumlah hari, sambil memberi mereka kekuasaan atas segala sesuatu diatas bumi,

Kepadanya dikenakan kekuatan yang serupa dengan kekuatan Tuhan sendiri dan menurut gambar Allah dijadikan-Nya. Di dalam segala makhluk yang hidup Tuhan menaruh ketakutan kepada manusia, agar manusia merajai binatang dan unggas.

Lidah, mata dan telinga dibentuk-Nya, dan manusia diberi-Nya hati untuk berpikir. Tuhan memenuhi manusia dengan pengetahuan yang arif, dan menunjukkan kepadanya apa yang baik dan apa yang jahat.

la menanamkan mata-Nya sendiri di dalam hati manusia untuk menyatakan kepadanya keagungan pekerjaan Tuhan. Maka manusia mesti memuji nama Tuhan yang kudus untuk mewartakan pekerjaan-Nya yang agung.

Tuhan telah mengaruniai manusia pengetahuan lagi dengan memberi mereka hukum kehidupan menjadi milik pusaka. Perjanjian kekal diikat-Nya dengem mereka, dan segala hukum-Nya dipermaklumkan-Nya kepadanya.

Mata mereka telah melihat kemuliaan Tuhan yang agung, dan suara-Nya yang dahsyat telah didengar telinga mereka. la berkata kepada mereka: “Jauhilah setiap kelaliman,” dan masing-masing diberi-Nya perintah mengenai sesamanya.

Langkah laku manusia selalu terbentang di hadapan Tuhan, dan tak tersembunyi bagi mata-Nya.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm. 103:13-14,15-16,17-18a

Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.

Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput, seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga; apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia, dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.

Tetapi kasih setia TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu, bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya.

Bacaan Injil Mrk. 10:13-16

Sekali peristiwa orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus supaya Ia menjamah mereka. Tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu.

Melihat itu, Yesus marah dan berkata kepada mereka, “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku! Jangan menghalang-halangi mereka! Sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah. Aku berkata kepadamu:

Sungguh, barangsiapa tidak menerima Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.”

Kemudian Yesus memeluk anak-anak itu, meletakkan tangan ke atas mereka dan memberkati mereka.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik Sabtu 1 Maret 2025

Saudara-saudari yang terkasih dalam Kristus,

Hari ini, kita merenungkan dua bacaan yang sangat dalam maknanya tentang siapa kita di hadapan Tuhan dan bagaimana kita harus hidup sebagai umat-Nya.

Dalam bacaan pertama dari Kitab Putra Sirakh, kita diingatkan bahwa manusia diciptakan dari tanah, dan suatu saat akan kembali ke tanah. Ini mengingatkan kita akan kefanaan hidup. Betapa sering kita merasa diri kuat, mampu, dan berkuasa, padahal hidup ini singkat dan rapuh seperti bunga di padang, yang sebentar mekar lalu layu. Tetapi, meskipun demikian, Tuhan menganugerahkan kepada kita keistimewaan: akal budi untuk membedakan yang baik dan yang jahat, serta hati untuk memahami kebesaran-Nya. Kita tidak hanya diciptakan, tetapi juga diberikan perjanjian dan hukum agar kita hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

Saudara-saudari, sering kali kita sibuk dengan urusan dunia, mengejar materi, jabatan, dan pengakuan dari sesama, seakan-akan dunia ini milik kita selamanya. Kita lupa bahwa hidup kita terbentang di hadapan Tuhan, dan setiap langkah kita tak tersembunyi dari mata-Nya. Maka pertanyaannya adalah: bagaimana kita menggunakan hidup yang Tuhan anugerahkan ini? Apakah kita menggunakannya untuk mencintai dan mengasihi, atau justru untuk kepentingan diri sendiri?

Dalam Injil hari ini, Yesus memberikan pelajaran yang sangat berharga. Orang-orang membawa anak-anak kecil kepada-Nya, tetapi murid-murid-Nya menghalangi mereka. Namun Yesus menegur murid-murid-Nya dengan keras dan berkata, “Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku! Jangan menghalang-halangi mereka! Sebab orang-orang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah.”

Mengapa Yesus begitu menekankan sikap seperti anak kecil? Karena anak kecil memiliki hati yang tulus, percaya tanpa syarat, tidak penuh perhitungan, dan tidak menyimpan dendam. Seorang anak kecil datang kepada orang tuanya bukan karena ingin sesuatu yang besar, tetapi karena ia percaya dan merasa aman. Itulah iman yang Yesus ingin kita miliki: iman yang sederhana, tanpa syarat, tanpa pamrih, dan penuh kepercayaan kepada Allah.

Saudara-saudari, sering kali kita justru terlalu banyak perhitungan dengan Tuhan. Kita berdoa, tetapi mengharapkan sesuatu. Kita berbuat baik, tetapi menunggu balasan. Kita melayani, tetapi ingin dihormati. Padahal, Tuhan menginginkan kita memiliki hati yang murni dan percaya sepenuhnya kepada-Nya.

Maka marilah kita bertanya pada diri sendiri: apakah selama ini saya telah hidup dengan kesadaran bahwa saya adalah ciptaan Tuhan yang fana, tetapi dikaruniai kebijaksanaan untuk memilih yang baik? Apakah saya memiliki hati yang tulus dan percaya kepada Tuhan seperti seorang anak kecil?

Semoga kita semua belajar untuk hidup lebih sederhana, lebih percaya kepada Tuhan, dan lebih mencintai sesama dengan tulus. Dengan begitu, kita pun akan semakin mendekati Kerajaan Allah yang dijanjikan-Nya. Amin.

Doa Penutup

Tuhan yang penuh kasih, ajarilah aku untuk hidup dengan hati yang tulus seperti anak kecil, percaya sepenuhnya pada-Mu. Bimbing langkahku agar selalu memilih yang baik, mencintai sesama dengan ikhlas, dan berserah pada rencana-Mu. Amin.

------

Info Viral Gabung di Channel WHATSAPP kami atau di Google News

Berlangganan Info Menarik Kami

Silahkan subscribe email anda! Jangan lewatkan, hanya artikel dan tips menarik yang akan kami kirimkan ke Anda

Latest

Promo JSM Transmart Periode 27 Februari-1 Maret 2025, Harga Spesial Get Best Price

Udah akhir bulan tapi kebutuhan rumah tangga mulai menipis? Tenang aja, Promo JSM Transmart Weekend lagi jalan dari 27...

More Articles Like This

Favorite Post