Membaca Injil harian dan renungan memegang peranan penting bagi umat Katolik. Dengan melakukan ini, umat Katolik mendekatkan diri pada Tuhan setiap hari, memperkuat iman, dan membentuk karakter Kristiani.
Renungan harian juga memberikan ketenangan batin dalam kehidupan yang sibuk, sambil memberikan panduan moral. Waktu pribadi dengan Tuhan melalui Injil harian menciptakan momen spiritual yang mendalam.
Selain itu, membaca Injil mendorong umat Katolik untuk menyadari panggilan misioner dan memperkaya hubungan dengan sesama.
Saudara-saudari terkasih, hari ini kita masuk pada Bacaan Injil Katolik dan Renungan Harian Katolik buat Sabtu 28 Desember 2024.
Kalender Liturgi hari buat Sabtu 28 Desember 2024 merupakan Pesta Para Kanak-kanak Suci Betlehem, Martir, Santa Fabiola, Janda, dengan Warna Liturgi Merah.
Yuk, kita simak Bacaan Liturgi Katolik dan Renungan Harian Katolik pada hari Sabtu 28 Desember 2024:
Bacaan Pertama 1 Yohanes 1:5-2:2
“Darah Yesus Kristus menyucikan kita dari segala dosa.”
Saudara-saudara terkasih, inilah berita yang telah kami dengar dari Yesus Kristus, dan yang kami sampaikan kepada kamu: Allah adalah terang, dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.
Jika kita katakan bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta, dan kita tidak melakukan kebenaran.
Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari segala dosa.
Jika kita berkata bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri, dan kebenaran tidak ada di dalam kita.
Jika kita mengaku dosa kita, maka Allah adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Jika kita berkata bahwa kita tidak berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta, dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.
Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa; namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus yang adil.
Dialah pendamaian untuk segala dosa kita; malahan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 124:2-3.4-5.7b-8
Ref. Jiwa kita terluput seperti burung terlepas dari jerat penangkap.
Jika bukan Tuhan yang memihak kepada kita, ketika manusia bangkit melawan kita, maka mereka telah menelan kita hidup-hidup, ketika amarah mereka menyala-nyala terhadap kita.
Maka air telah menghanyutkan kita, dan sungai telah mengalir menimbus kita; telah mengalir melanda kita air yang meluap-luap itu.
Jerat itu telah putus, dan kita pun terluput! Pertolongan kita dalam nama Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.
Bait Pengantar Injil Matius 24:42,44
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan. Kepada-Mu barisan para martir berkurban dengan mempertaruhkan nyawa.
Bacaan Injil Matius 2:13-18
“Herodes menyuruh agar semua anak laki-laki di Betlehem dan sekitarnya dibunuh.”
Setelah orang-orang majus yang mengunjungi bayi Yesus di Betlehem itu pulang, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi. Malaikat itu berkata, “Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya!
Larilah ke Mesir, dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Raja Herodes akan mencari Anak itu untuk dibunuh.” Maka Yusuf pun bangunlah. Malam itu juga diambilnya Anak itu serta ibu-Nya, lalu menyingkir ke Mesir, dan tinggal di sana sampai Herodes mati.
Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan lewat nabi-Nya, ‘Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku’. Ketika Herodes tahu, bahwa ia telah diperdayakan oleh orang-orang majus itu, sangat marahlah ia.
Lalu ia menyuruh membunuh semua anak di Betlehem dan sekitarnya, yaitu anak-anak yang berumur dua tahun ke bawah, sesuai dengan waktu yang dapat diketahuinya dari orang-orang majus itu.
Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh Nabi Yeremia: Terdengarlah suara di Rama, tangis dan ratap yang amat memilukan; Rahel menangisi anak-anaknya, dan ia tidak mau dihibur, sebab mereka tidak ada lagi.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik Sabtu 28 Desember 2024
Renungan hari ini mengajak kita untuk merenungkan dua hal yang mendalam: kasih Allah yang terus menjaga dan melindungi umat-Nya di tengah penderitaan, serta panggilan untuk hidup dalam terang, meninggalkan dosa, dan membangun persekutuan dengan Allah.
Dalam Injil Matius, kita melihat bagaimana Yusuf dengan ketaatan penuh melaksanakan perintah Allah untuk menyelamatkan Yesus dari ancaman Raja Herodes. Yusuf tidak menunda-nunda atau meragukan apa yang diperintahkan malaikat Tuhan. Ia segera membawa Maria dan bayi Yesus ke tempat yang aman. Di sisi lain, kita menyaksikan kejahatan Herodes yang membunuh anak-anak tak berdosa demi melanggengkan kekuasaannya. Peristiwa tragis ini menyingkapkan realitas hidup: ada kejahatan, keserakahan, dan penderitaan di dunia ini, tetapi kasih Allah tidak pernah berkurang. Tuhan tetap hadir, bekerja melalui orang-orang yang taat seperti Yusuf, untuk melindungi dan mewujudkan rencana-Nya.
Bacaan pertama dari Surat Yohanes memperlihatkan jalan yang Tuhan sediakan bagi kita untuk hidup dalam terang-Nya. Allah adalah terang, dan Dia menginginkan kita meninggalkan kegelapan dosa. Kegelapan adalah ketika kita membiarkan diri hidup tanpa arah, jauh dari kebenaran, atau menyangkal dosa-dosa kita. Namun, Yohanes mengingatkan bahwa kita tidak sendirian dalam pergulatan melawan dosa. Darah Yesus telah menyucikan kita, dan kita memiliki seorang pengantara yang setia—Yesus Kristus, yang selalu siap mengampuni dan memulihkan kita jika kita datang kepada-Nya dengan kerendahan hati.
Dari kedua bacaan ini, kita belajar dua makna penting. Pertama, dalam hidup ini kita sering menghadapi situasi sulit atau melihat kejahatan di sekitar kita. Namun, seperti Yusuf, kita dipanggil untuk mempercayai rencana Allah, bertindak dengan iman, dan menjadi alat-Nya untuk melindungi kehidupan dan kebenaran. Kedua, hidup dalam terang berarti hidup jujur di hadapan Allah. Itu berarti mengakui kelemahan kita, memohon ampun, dan berusaha terus-menerus untuk memperbaiki diri.
Pesan yang dapat kita hayati dalam kehidupan sehari-hari adalah untuk tetap menjadi pribadi yang taat, rendah hati, dan penuh iman, seperti Yusuf. Kita mungkin tidak dipanggil untuk melindungi bayi Yesus, tetapi kita dipanggil untuk melindungi iman, keluarga, dan nilai-nilai kebaikan di tengah dunia yang sering gelap ini. Selain itu, kita diajak untuk terus membangun hubungan dengan Allah, mengaku dosa, dan hidup dalam terang kasih-Nya.
Dalam kehidupan modern ini, mungkin kita menghadapi “Herodes” dalam bentuk ambisi yang berlebihan, ketidakadilan, atau kejahatan yang ingin merampas damai kita. Namun, dengan kasih Allah dan ketaatan kepada-Nya, kita dapat berjalan dalam terang yang membawa kehidupan dan pengharapan bagi sesama. Mari hidup sederhana tetapi penuh makna, mengikuti teladan kasih dan pengampunan Yesus. Dengan begitu, kita dapat membawa terang Allah ke dalam dunia ini. Amin.
Doa Penutup
Ya Tuhan, terangilah langkahku agar selalu hidup dalam ketaatan dan kasih-Mu. Jauhkan aku dari kegelapan dosa, dan mampukan aku membawa terang-Mu dalam keluarga dan sesamaku. Bimbinglah aku untuk selalu setia pada rencana-Mu, meski dalam kesulitan. Amin.